Gejala dan Pengobatan Skizofrenia - Apa itu skizofrenia (schizophrenia)? Skizofrenia adalah penyakit jiwa yang serius yang mengganggu cara seseorang untuk berpikir, merasakan, dan bertindak. Jenis penyakit mental yang satu ini membuat sulit bagi penderitanya untuk berpikir jernih dan membuat keputusan. Hal ini juga sulit baginya untuk berhubungan dengan orang-orang dan bertindak normal dalam situasi sosial. Orang dengan penyakit skizofrenia bisa mengalami kesulitan membedakan antara apa yang nyata dan mana yang tidak. Skizofrenia terjadi pada wanita dan pria. Gejala biasanya dimulai antara usia 16 dan 30 tahun. Ini adalah kondisi seumur hidup yang bisa melumpuhkan jika tidak diobati.
Gejala skizofrenia
Gejala skizofrenia biasanya berkembang perlahan seiring berjalannya waktu. Penyakit ini termasuk dalam beberapa kategori yaitu.
Gejala "Positif"
Ini adalah gejala yang jelas yang sering terjadi episode psikotik.
Halusinasi - Merasakan sesuatu yang tidak ada. Mendengar dan melihat hal-hal yang paling umum. Banyak penderita skizofrenia yang mendengar suara.
Delusi - Mereka mungkin percaya bahwa seseorang sedang mencoba menyakiti mereka atau menaruh pikiran yang buruk terhadapnya.
Gejala "negatif"
Ini mencerminkan tidak adanya atau mengurangi perilaku tertentu orang sehat. Mereka terkadang bisa bingung dengan gejala depresi.
- Terbatasnya rentang emosi.
- Berbicara dengan cara datar dan terputus.
- Penarikan dari keluarga, teman, dan kegiatan sosial.
- Energi rendah.
- Kurang motivasi.
- Kehilangan kesenangan atau ketertarikan hidup.
- Kebiasaan kebersihan dan perawatan yang buruk.
- Bingung, tidak teratur berpikir atau gugup saat berpidato.
- Kesulitan mengorganisir pikiran.
- Berbicara dengan kata-kata atau kalimat yang tidak masuk akal.
- Gerakan tubuh berulang, seperti mondar-mandir.
- Catatonia, ketika seseorang berhenti bergerak atau berbicara untuk jangka waktu tertentu.
- Kesulitan dalam memahami informasi dan menggunakannya untuk membuat keputusan.
- Masalah dengan fokus atau perhatian.
- Kesulitan dengan menggunakan informasi segera setelah mempelajarinya.
Apa yang menyebabkan skizofrenia?
Tidak ada satu penyebab skizofrenia pun yang diketahui. Periset telah menemukan bahwa risiko Anda terkena penyakit bisa lebih tinggi jika:
- Anda memiliki riwayat psikosis dalam silsilah keluarga.
- Anda terkena virus atau kekurangan gizi sebelum Anda lahir.
- Anda memiliki masalah kimia otak, terutama dengan beberapa neurotransmiter.
- Anda mengambil obat pengubah pikiran saat remaja atau dewasa.
Bagaimana schizophrenia didiagnosis?
Jika Anda atau anggota keluarga memiliki gejala skizofrenia, Anda harus menemui dokter keluarga Anda. Dia akan meninjau riwayat kesehatan Anda dan menanyakan gejala Anda. Dia mungkin memesan tes, seperti tes darah atau pemindaian otak. Ini bisa membantu menyingkirkan kondisi fisik yang memiliki gejala serupa.
Dokter Anda mungkin mengarahkan Anda ke psikolog atau psikiater. Mereka akan menilai gejala Anda, berbicara dengan keluarga Anda dan mengamati perilaku Anda dari waktu ke waktu. Untuk didiagnosis dengan skizofrenia, seseorang harus mengalami setidaknya 2 gejala secara teratur paling sedikit 6 bulan.
Skizofrenia sulit didiagnosis. Tidak ada tes untuk itu. Penyalahgunaan zat, obat-obatan, atau kondisi medis lainnya dapat menyebabkan beberapa gejala yang sama. Banyak orang yang didiagnosis menderita skizofrenia tidak percaya mereka memilikinya. Dalam kasus tersebut, teman dan anggota keluarga harus memastikan orang tersebut mendapat pertolongan.
Dapatkah skizofrenia dicegah atau dihindari?
Skizofrenia tidak dapat dicegah atau dihindari. Gejala dapat dihindari dengan minum obat-obatan seperti yang ditentukan oleh dokter Anda.
Pengobatan skizofrenia
Tidak ada obat untuk skizofrenia. Ini membutuhkan perawatan seumur hidup, bahkan bila Anda tidak memiliki gejala. Pengobatan harus mengatur gejala Anda, mengurangi jumlah kali kambuh, dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Pengobatan dan terapi pendukung adalah bentuk perawatan yang paling umum. Orang dengan skizofrenia biasanya memakai obat antipsikotik. Ini mengubah keseimbangan bahan kimia di otak Anda dan membantu mengatasi gejala. Beberapa bisa menimbulkan efek samping. Anda mungkin perlu mencoba berbagai obat untuk menemukan obat yang sesuai untuk Anda.
Terapi pendukung membantu penderita skizofrenia mengatasi penyakitnya. Ini bisa termasuk konseling satu lawan satu, pelatihan keterampilan sosial, terapi keluarga, dan dukungan kerja. Bila gejalanya parah, penderita skizofrenia mungkin perlu tinggal di rumah sakit. Ini akan memastikan mereka tetap aman dan terurus.
